Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rusun Mahasiswa Poltek Jakarta di Depok

410

Depokaktual.com, Beji – Tahun depan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) memiliki dormitory. Dormitory atau dorm merupakan rumah susun atau asrama yang ditujukan untuk mahasiswa.Dimana pembangunannya sudah dimulai hari ini, Senin (06/04/16) pagi.

Peletakan batu pertama oleh Walikota Depok menjadi tanda dimulainya pembangunan rumah susun Provinsi Jawa Barat Satker SNVT di Perumahan Politeknik Negeri Jakarta. Lokasi perumahan terletak di Jl. M I Ridwan Rais, Kec. Beji.

Hadir dalam peletakan batu pertama, Direktur PNJ, Kepala Satker SNVT Prov. Jabar, perwakilan Balai Pengelolaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, perwakilan Kementerian PUPR RI, Kepala OPD dan Camat Kota Depok, RW dan RT setempat.

Direktur PNJ, Abdillah menginformasikan bahwa pembangunan rusun ini adalah tahap kedua. Untuk tahap kedua ini, nantinya akan dilengkapi dengan isinya seperti meja, almari, meja belajar, dan kasur. Alhamdulillah pembangunan di lahan PNJ dan tidak ilegal. “Semoga rusun ini bisa membantu mahasiswa yang tidak memiliki tempat tinggal dan semoga pembangunannya berjalan lancar,” ucap Abdillah.

Kasatker SNVT, Priyo Susilo sempat mengenalkan tentang SNVT. Yaitu satuan kerja non vertical tertentu. Satker tersebut mengurusi penyediaan perumahan dalam empat jenis, yaitu rumah susun, rumah khusus diperbatasan, rumah swadaya, dan prasarana umum. Kami bekerja dengan empat tepat, yaitu tepat waktu, biaya, mutu, dan administrasi.

“Pembangunan ini harus selesai dalam waktu enam bulan. Tahun depan mahasiswa PNJ sudah bisa menempati rusun ini. Nanti namanya diganti, jangan rumah susun. Namakan saja dormitory,” terang Priyo. Beliau juga meminta mahasiswa yang tinggal nanti untuk melakukan riset social dan rusun harus padat teknologi.

Balai Pengelolaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Tatang menjelaskan, rumah susun ini akan dibangun tiga lantai. Lantai 1 ada 14 kamar, lantai 2 dan 3 ada 21 kamar. Daya tamping ketiga lantai ini sebanyak 220 orang. Rusun dilengkapi dengan 24 kamar mandi disetiap lantainya. Di Jawa Barat sendiri, ada rusun yang dinamakan aparetemen transit yang dihuni oleh PNS dan pekerja industry.

Perewakilan Kemen PUPR, Firman Edwin menyatakan pembangunan rusun ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap mahasiswa. “Semoga mahasiswa semakin semangat dalam belajar,” ujarnya.Senada, Walikota Depok Mohammad Idris, juga berharap rusun bisa menambah semangat mahasiswa dalam belajar.

Kami berharap mahasiswa bisa menjadikan rusun ini sebagai percontohan pengembangan teknologi lingkungan, yaitu zero waste. “Setiap mahasiswa harus berusaha agar sampah yang dihasilkan tidak keluar dari rumah susun ini. Hal tersebut sebagai wujud hunian yang berwawasan lingkungan,” tutur Walikota Depok (hms)