Masjid di Depok Tebarkan Kedamaian dan Kepedulian Sosial 

58

Depokaktual.com, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menepis kabar yang menyebutkan masjid kompleks salah satu kampus di Depok sebagai sarang radikalisme. Pasalnya, selain sebagai tempat ibadah, Pemkot Depok juga mendorong warganya memakmurkan masjid dengan kegiatan yang bermanfaat. 

Seperti yang dilakukan warga RW 10 Kelurahan Cinere yang memanfaatkan Masjid Husnul Khatimah sebagai salah satu pusat layanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia). Selama 17 tahun, kader majelis taklim masjid tersebut melayani kebutuhan pengobatan lansia prasejahtera, layaknya klinik pada umumnya. 

Kota Depok juga memiliki masjid wifi sebagai upaya penerapan program internet sehat. Salah satunya di Masjid Al Huda Kelurahan Baktijaya, di sana masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas tersebut, guna menambah wawasan dan menunjang aktivitas keagamaan. 

“Memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan positif, merupakan salah satu cara mengimplementasikan ajaran Rasulullah SAW,” kata  Wali Kota Depok Mohammad Idris, Sabtu (4/11/2017). 

Mohammad Idris mengatakan, sejak dulu ketenangan, kenyamanan, dan keamanan di Kota Depok sangat dirasakan seluruh warganya. Dikarenakan, semua elemen masyarakat bersinergi menciptakan kerukunan dalam beragama.

Keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok pun, dikatakan Mohammad Idris, turut memperkuat rasa aman dan nyaman warga Depok dalam menunaikan ibadahnya. FKUB Depok dinilai sebagai organisasi lintas agama yang selalu bersama pemerintah mengedepankan sikap toleransi tanpa menyudutkan atau merendahkan kelompok agama manapun. 

“Semua komponen pemerintahan, para akademisi, pelaku usaha hingga anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas positif,  masing-masing menjalankan dan  melaksanakan kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Semua dilakukan secara tulus dan penuh tanggung jawab demi majunya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. 

Senada dengan penyataan Mohammad Idris, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok Ahmad Dimyati Badruzzaman sangat menyayangkan akan pemberitaan tersebut. Menurutnya, untuk sampai menghasilkan kesimpulan yang demikian, seharusnya diperlukan penelitian dengan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. 

“Kami menyayangkan hasil rilis tersebut yang cenderung tendensius. Sepengetahuan saya, di Depok ini aman-aman saja, tidak seperti yang dikatakan dalam pemberitaan media massa,” katanya. 

Ditemui di tempat terpisah, Ketua DKM Ukhuwah Islamiyah UI, Abdul Mutaali menuturkan, seluruh kegiatan dan kajian di Masjid Ukhuwah Islamiyah UI berlandaskan prinsip dasar kampus UI. Yaitu  pemahaman keislaman yang komprehensif, keseimbangan antara materialisme dan spiritualisme, serta keislaman yang bersifat moderat. 

Lebih lanjut, pihaknya memandang perlu untuk meminta penjelasan dari hasil penelitian yang mengatakan masjidnya sebagai sarang radikalisme. Karenanya, ia membuka forum diskusi kepada Setara Institute guna mempresentasikan hasil penelitian tersebut secara akademik, utuh, dan terbuka. 

“Terkait pemberitaan hasil penelitian, kami dari pengurus masjid belum pernah diwawancarai oleh media manapun. Karenanya kami mengundang Setara Institute untuk menjelaskan hasil .penelitian mereka secara lebih mendalam,” tutupnya. (od)